21.4 C
Indonesia

6 Cara Terbaik dalam Menyusun Laporan Keuangan

Must read

Menyusun laporan keuangan tentu penting bagi sebuah perusahaan maupun usaha dan bisnis yang sedang dijalankan. Laporan keuangan ini berfungsi sebagai salah satu komponen penting untuk kemajuan bisnis di perusahaan. Tidak perlu bingung karena ada beberapa cara terbaik yang bisa dilakukan untuk pembuatan laporan keuangan lebih mudah.

Pencatatan keuangan sederhana ataupun yang rumit tentu punya fungsi yaitu untuk melihat bagaimana posisi keuangan sebuah perusahaan dan kinerjanya. Bahkan laporan keuangan sendiri bisa berfungsi sebagai salah satu pembuat keputusan untuk kemajuan perusahaan kedepannya.

Menyusun Laporan Keuangan Dengan Baik

Laporan Keuangan

Dalam proses menyusun laporan keuangan Anda perlu memutuskan langkah-langkah yang tepat. Berikut ini akan dijelaskan langkah paling mudah dalam pembuatan laporan keuangan.

1. Kumpulkan Transaksi Pada Jurnal

Yang pertama tentu Anda harus mengumpulkan dan juga mencatat semua bukti transaksi di dalam sebuah jurnal. Bukti tersebut bisa berupa kuitansi penjualan dan pembelian, invoice hingga nota-nota pembelian yang bisa dimasukkan dalam debit-kredit. Dengan membuat jurnal maka Anda akan lebih mudah nantinya memasukkan catatan semua transaksi ke buku besar.

2. Membuat Jurnal Buku Besar

Langkah berikutnya dalam menyusun laporan keuangan adalah dengan memasukkan semua data yang ada di jurnal umum ke buku besar. Buku besar ini memiliki fungsi yaitu untuk meringkas data transaksi kedalam jurnal umum.

Biasanya buku besar dibutuhkan pada akhir periode untuk membuat laporan keuangan. Jadi Anda tinggal memasukkan transaksi yang ada di jurnal ke akun akun yang sudah sesuai dengan rinci.

3. Penyusunan Neraca Saldo

Untuk format laporan keuangan terbaik maka membutuhkan yang namanya  penyusunan neraca saldo. Nah, neraca saldo ini fungsinya adalah sebagai tempat untuk mengetahui balance antara jumlah debit dan kredit yang ada di akun pada buku besar. Makanya penting untuk melakukan pengelompokan daftar rekening yang ada di buku besar apakah masuk lajur pasiva atau aktiva.

4. Menyusun Jurnal Penyesuaian

Dalam menyusun laporan keuangan, selanjutnya masuk ke bagian penyusunan jurnal penyesuaian. Sebelum itu Anda harus mengumpulkan sejumlah data.

Data-data ini dikumpulkan dari semua transaksi yang ada bilamana terjadi kemungkinan bahwa ada transaksi laporan keuangan harian perusahaan yang belum tercatat. Jadi ketika penghitungan tidak valid maka mungkin saja ada transaksi yang terlupakan dan data yang valid dibutuhkan untuk pembuatan jurnal penyesuaian.

5. Pembuatan Neraca Penyesuaian

Lalu setelah jurnal ini dibuat, Anda masuk ke neraca saldo penyesuaian. Neraca penyesuaian dibuat tentu saja agar memudahkan Anda dalam proses menyusun laporan keuangan. Neraca penyesuaian ini juga bisa menjadi salah satu acuan untuk mengecek apakah ada kesalahan yang mungkin saja Anda lakukan. Setelah perhitungan sudah sesuai maka langsung masukkan hasilnya ke kolom pada neraca saldo penyesuaian.

6. Menyusun Laporan Keuangan

Masuk ke tahap terakhir yaitu pembuatan laporan keuangan yang sesungguhnya. Di sini Anda tinggal membuat laporan keuangan yang terdiri dari komponen laporan neraca laba rugi, laporan laba rugi dan juga laporan perubahan modal.

Namun pada beberapa perusahaan kecil ada yang membuat laporan keuangan dengan penyusunan yang sedikit berbeda.  Di mulai dari laporan arus kas, laporan laba rugi, laporan neraca dan laporan perubahan modal.

Nah itu tadi beberapa cara yang paling tepat dalam menyusun laporan keuangan. Dijaman yang serba canggih ini jika ingin yang praktis bisa juga dengan mencoba menggunakan software laporan keuangan. Anda tinggal memilih software terbaik untuk laporan keuangan yang dapat membantu bisnis Anda.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article